Home > personal thinking > Miyagi’s Lessons from The Karate Kid

Miyagi’s Lessons from The Karate Kid

Barusan aku nonton film The Karate Kid, jadi terkenang masa kecil, pertama kali film ini keluar kayaknya aku masih SD deh. Dulu tuh aku terkagum-kagum ngeliat Ralph Machhio yang berperan sebagai Daniel, hero di film ini, ampe kebawa mimpi hahaha. Tetapi tokoh film yang berpengaruh banget dalam film ini adalah Miyagi, dialah yang banyak mengajarkan Daniel tentang berbagai hal dalam kehidupan ini… termasuk mengajarkan aku:)

Miyagi mengingatkan aku akan kesabaran. Bersabar bukan berarti mau ditindas begitu aja, bukan sesuatu yang pasif, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran diri dalam merespon apa yang terjadi pada diri kita. Dimana kita tau kapan harus menggunakan power dan kapan harus menggunakan kelembutan dalam merespon sesuatu. Film ini bener-bener lugas dalam menggambarkan hal itu.

Miyagi juga mengajarkan tentang cinta. Tidak ada yang salah dengan cinta, dengan perasaan mencintai seseorang. Cinta itu tidak menyakitkan, diri kitalah yang salah menerjemahkan cinta bila kita merasa tersakiti olehnya. Cinta itu pasti datang dari hati kita, dan kita tidak dapat melawan kekuatan cinta. Kita tidak mampu membohongi diri kita saat kita mencintai orang lain ato sesuatu (seperti benda kesayangan ataupun cinta terhadap lingkungan hidup kita secara keseluruhan). Yang ada hanyalah kita harus tau apa makna cinta itu bagi diri kita sendiri. Kita menyadari dan merasakan apa yang ditimbulkan oleh cinta terhadap diri kita dan lingkungan kita.  Walopun cinta itu sesuatu yang sangat subjektif, tetapi efek yang ditimbulkan oleh cinta bisa dirasakan oleh semua orang secara objektif.

Selain cinta, Miyagi mengutarakan pentingnya rasa maaf. Kenapa kita harus memaafkan seseorang yang telah berbuat jahat pada kita? Walopun terkadang rasanya tidak dapat kita terima, tetapi itulah yang sebaiknya kita lakukan. Bukankah terasa menyesakkan dada bila kita menyimpan dendam? Bukankah terasa sangat melelahkan saat kita membenci seseorang begitu hebatnya?

Sangat sulit memang untuk memaafkan seseorang yang menyakiti kita, tapi apakah kita mau hidup dengan membawa begitu banyak dendam dan kebencian dalam hidup kita? Bisakah kita menikmati hidup jika ada rasa dendam dan benci dalam hati kita? Rasa dendam dan benci bisa menggerogoti diri kita dari dalam secara perlahan-lahan. Mampukah kita memberi maaf? Sesulit-sulitnya memberi maaf lebih sulit jika harus hidup tanpa memberi maaf. Yang pasti kita harus selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memberi maaf, baik pada diri kita sendiri atopun terhadap orang lain.

Hal lain yang bisa didapatkan dari Miyagi adalah tentang percaya diri. Ketika kita percaya ama diri kita sendiri, kita akan lebih nyaman dengan diri kita, ketika kita lebih percaya diri, kita akan nyaman dalam berhubungan dengan seseorang. Kita tidak lagi menganggap semua hal sebagai kompetisi. Bahwa ada yang menang ato kalah, ketika kita memaafkan ato meminta maaf tidak ada lagi konsep menang-kalah dalam pemikiran kita.

Ketika kita percaya diri, kita gak akan menuntut hal yang aneh-aneh pada orang yang kita cintai, kita tidak akan posesif ketakutan kehilangan semua yang kita miliki. Jika kita percaya diri, itu justru membuat kita berbesar hati untuk mengakui bahwa kita hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna dan tidak akan sombong untuk selalu bersyukur atas semua yang udah kita terima dan alami.

Beberapa hal di atas merupakan cuplikan-cuplikan pelajaran yang kudapat dari Miyagi.

  1. ho
    July 17, 2008 at 5:10 pm | #1

    wah kereeen :D . satu lagi mbak pesan dari miyagi. kita harus selalu bergerak… seperti air. apapun yg diam diam akan tergerus atau rusak. airpun kalau diam jd bau. kadang kita kerja terus tp lupa olah raga he3… selamat datang di wordpress :)

  2. rfsinulingga
    July 18, 2008 at 6:07 pm | #2

    makasi ya mas utk masukannya! ternyata penggemar miyagi juga ya :)

  3. July 22, 2008 at 2:44 am | #3

    iyhhhh…aku irrriiiii dgn blogmu….
    *jd berpikir punya blog di WP jg :D *

  4. July 29, 2008 at 10:47 am | #4

    wessss..tulisane dalem bok..mantep2..psikolog klinis bangets hehehe…subscribe jadi pembaca rutin yak

    btw…sumpe loh, gue beneran overthink hahahahaha

  5. rfsinulingga
    August 1, 2008 at 1:50 pm | #5

    i’m glad that finally you realized jeng gusrie hwehwehwe

  6. mb riri
    August 21, 2008 at 7:08 am | #6

    Hmmm. that’s really my Ivo. Keep on writing!

  1. No trackbacks yet.